Pada mulanya hanya kagum melihat akan kehebatannya,
Dalam bicara ada lawak yang terselit,
Dalam kata ada nasihat yang dihadirkan,
Pandai si dia,
Satu sekolah mengenalinya.
Tak lokek mengajar si diri,
Ditanya terus dijawab,
Bicaranya ada had.
Rupanya, senyumannya, kemesraannya tak bisa padam,
Agamanya yang utama,
Sungguh diri terpaut,
Diri cuba padam akan si dia,
Kerna diri sedar siapa diri.
Melihat sahabat menyukai si dia,
Diri hanya mampu mengukir senyuman,
'Ya Allah andai dia takdirku, kau rapatkanlah sehingga ke jannahmu, andai bukan ya Allah jauhkanlah dia. Sungguh aku takut akan zina hati'