Beribu bintang dilangit
Kini menghilang
Meraba aku dalam kelam
Rembulan mengambang
Kini makin suram
Pudar ilhamku tanpa arah
Kini menghilang
Meraba aku dalam kelam
Rembulan mengambang
Kini makin suram
Pudar ilhamku tanpa arah
Sedetik wajahmu muncul
Dalam diam
Ada kerdipan ada sinar
Itukah bintang ataupun rembulan
Terima kasih kuucapkan
Dalam diam
Ada kerdipan ada sinar
Itukah bintang ataupun rembulan
Terima kasih kuucapkan
Izinkan kumencuri bayangan wajahmu
Izinkan ku mencuri khayalan denganmu
Maafkanlah oh...
Andai lagu ini
Mengganggu ruangan hidupmu
Kau senyumlah oh...
Sekadar memori
Kita di arena ini
Kau ilhamku
Kau ilhamku...
Izinkan ku mencuri khayalan denganmu
Maafkanlah oh...
Andai lagu ini
Mengganggu ruangan hidupmu
Kau senyumlah oh...
Sekadar memori
Kita di arena ini
Kau ilhamku
Kau ilhamku...
Terima kasih sahabat, untuk setiap patah bagaikan hunusan pedang, jauh menusuk hati.
Dikau seperti tahu sakitnya liku-liku hariku, tiada henti.
"kau senyumlah oh..."
ya,
"sekadar memori"
"kita di arena ini"
hanya empat tahun bersama tapi untuk hadapnya peritnya Allah yang tahu.
No comments:
Post a Comment